menjembatani kesenjangan sosial dalam rangka dakwah kahartos dan karaos Donasikan untuk keberlangsungan Angga selama Pendidikan di Ponpes Al-Quran Babussalam. Transfer via ATM Bank BJB 001-001-0092077, via ATM Syariah Mandiri 007-002-3157. Jemput ZISWa 0813 2075 8493 More »

 

Peledakan Mesjid di Samarra

Al Askariayain Luluh Lantak oleh musuh-musuh Islam

[slideshow id=360287970199415391&w=400&h=300]

Membangun Jejaring di Pesisir

Rendahnya kepedulian terhadap pembinaan generasi muda di kawasan pesisir, menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Alquran Babussalam, KH Muchtar Adam. Berasal dari kawasan pesisir di Selayar, Sulawesi Selatan, membuat mantan anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini berkeinginan memberdayakan pemuda pesisir dengan pesantrennya. Kini, usaha yang dirintisnya mulai berhasil. Dengan menggandeng Departemen Pendidikan Nasional, Ponpes Babussalam yang berlokasi di Ciburial, Dago, Bandung ini membuka beberapa cabang pesantrennya di lima daerah, yaitu di Pulau Selayar di Sulawesi Selatan, Pulau Wanci di Wakatobi Sulawesi Tenggara, Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur, Solok Selatan di Sumatera Barat, dan Aceh Besar di Nanggroe Aceh Darussalam.

Pembangunan Sekolah di Montasik

BANDA ACEH, (PR).-
Proses pembangunan sarana pendidikan terpadu, berupa Pondok Pesantren Alquran, berikut SMA Babussalam Aceh Besar, menurut rencana secara resmi akan dimulai Sabtu (3/9). Sarana pendidikan dengan memanfaatkan lahan seluas delapan hektare ini, didanai dari sumbangan pembaca Harian Umum (HU) Pikiran Rakyat, yang terkumpul melalui ”Dompet Tsunami Pikiran Rakyat”, beberapa waktu lalu.

Ingin Bangun Pesantren di Pulau Terpencil

K.H. Muchtar Adam
Ingin Bangun Pesantren di Pulau Terpencil

USIA Pimpinan Pondok Pesantren Alquran Babussalam, K.H. Muchtar Adam, sudah menginjak 66 tahun. Namun, semangatnya untuk mengembangkan dunia pendidikan tak pernah pudar. Malah ia semakin menggebu-gebu, terutama untuk mendirikan pendidikan terpadu antara sekolah umum dengan pesantren, di pulau-pulau terpencil yang ada di Indonesia.

Sebagian dari mimpi besarnya untuk membangun pesantren di pulau-pulau terpencil itu perlahan terwujud. Selain memimpin pontren di Ciburial, Dago, Kota Bandung, sekarang ini dia sedang merintis pembangunan pesantren terpadu di Aceh Besar, Meulaboh (Nanggroe Aceh Darussalam), Pulau Wakatobi, (Sulawesi Tenggara), Pulau Alor (Nusa Tenggara Timur) Muara Labi, Kab. Solok Selatan, (Sumatra Barat), dan lainnya.

Pelantikan Pengurus Yayasan Babussalam Bandung

Pemimpin Harus Miliki Kepekaan terhadap Rakyat

ttd

CIBURIAL, (GM).-
Sedikitnya 300 orang jemaah mengikuti tablig akbar yang diselenggarakan Yayasan Babussalam, Jln. Ciburial Indah, Dago Atas, Bandung, Minggu (10/6). Dalam acara tersebut juga dilantik kepengurusan Yayasan Babussalam periode 2007-2012. Hadir sebagai penceramah salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar, K.H. Miftah Faridh. Dalam ceramahnya, Miftah mengangkat tema kepemimpinan dalam Islam.

Dalam ceramahnya, Miftah Faridh mengungkapkan, kepemimpinan dari sejak awal menjadi tema sentral yang kerap dibicarakan. Seorang pemimpin harus bisa memenuhi kriteria yang sesuai dengan ajaran Islam. “Hal-hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin salah satunya adalah cinta kepada rakyat. Jika pemimpin hanya menginginkan kekuasaan tanpa memikirkan rakyat, maka dia bukanlah seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus memiliki kepekaan terhadap yang terjadi dalam masyarakat,” papar Miftah.

Berikut ini susunan Badan Pengurus Yayasan Babussalam Bandung periode 2007-2012, Ketua umum Dr.H. Iim Wasliman, M.Pd. MSi., Ketua I H. Fajruddin Muchtar, Lc., Ketua II Ir. H. Rahmat Basuki, Ketua III Drs. A. Munawir Rifadhi, Sekretaris Umum H. Endang Atmadirja, M.Sc., Sekretaris I Hj. Intan Rosmadewi, Sekretaris II Ir. H. Hadi Nutsarya, M.Sc., Sekretaris III H. Sofwan Azhar S., S.E., M.Sc., Bendahara Umum H. Eep Subakti, Bendahara I Hj. Alit Sajariah, Bendahara II Hj. Dra. Sumarni Mien R., M.Sn., Bendahara III Lien Nuriani, pelaksana kegiatan, Ir.H. Keulman Mas Eman, Dr. H. Slameto Wiryo Lukito, Ir. Sajiboen Soedirdja, dan H. Surahman.

Susunan Badan Pengawas Yayasan Babussalam Bandung periode 2007-2012, ketua H. Iwan Abdurrahman, M.B.A., anggota Drs. H. Ishak Sukma Raharja dan H. Fauzi Bajri. (B.110)**